RSS

Jumat, 18 Desember 2009

Musik Tradisional

Penggolongan Musik Berdasarkan Sumber Bunyi
A.Membranofon
Membranofon adalah kumpulan alat musik yang sumber bunyinya berasal dari membran atau selaput kulit yang diregangkan dan dipasang pada sebuah kotak atau tabung.
Contoh : tambur,genderang ,rebana,tifa dan lain sebagainya.
B.Aerofon
Aerofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran udara yang diatur oleh lubang-lubang atau lidah yang ada pada alat musik tersebut.
Contoh : seruling bambu.serunai ,recorder dan lain sebagsinya.
C.Ideofon.
Ideofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran alat musik itu sendiri.
Contoh : gong,angklung,gambang dan lain sebagainya.
D. Kordofon
Kordofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai/tali/senar/corda yang bergetar karena dipetik,digesek,atau dipukul.
Contoh : Rebab,kecapi ,siter dan lain sebagainya.
e.elektrofon
elektrofon adalahalat musik yang sumber bunyinya berasal dari aliran arus listrik
Contoh : gitar listrik dan lain sebagainya.
Diposkan oleh Andayanis...!!!! di 21:32 0 komentar
Rabu, 18 November 2009
Musik Tradisional Randai

Randai merupakan suatu kesenian asli daerah kuantan singingi yang unik, dimana dalam kesenian ini mengisahkan seorang bujang gadi ( laki-laki yang berpenampilan wanita ) dalam kehidupannya sehari-hari. Alat musik yang paling dominan dimainkan dalam mengiringi kesenian randai ini adalah biola. Randai ini dimainkan oleh pemeran utama yang akan bertugas menyampaikan cerita, pemeran utama ini bisa berjumlah satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tergantung dari cerita yang dibawakan, dan dalam membawakan atau memerankannya pemeran utama dilingkari oleh anggota-anggota lain yang bertujuan untuk menyemarakkan berlansungnya acara tersebut.

Sekarang randai ini merupakan sesuatu yang asing bagi pemuda-pemudi sekarang, hal ini dikarenakan bergesernya orientasi kesenian atau kegemaran dari generasi terseb.Randai pada awalnya adalah media untuk menyampaikan cerita-cerita rakyat, dan kurang tepat jika Randai disebut sebagai Teater tradisi Minangkabau walaupun dalam perkembangannya Randai mengadopsi gaya bercerita atau dialog teater atau sandiwara.

Alat musik dalam randai adalah:

BIOLA

Biola termasuk salah satu alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik dawai keluarga biola yang lain adalah Viola, Cello, dan Contrabass. Perbedaannya terletak pada ukurannya, namun cara berbunyi dan cara resonansinya sama. Deretan instrument musik tersebut adalah kelompok alat musik inti yang mengisi orkestra simfoni kuno.Biola Gaya Melayu riau (kuantan singingi).

Adapun bagian yang sangat penting dalam permainan biola melayu riau, baik sebagai pengiring lagu melayu maupun sebagai instrumental adanya tiga tempat melodi yang harus dimainkan yaitu :

(1) melodi pengantar bagian awal.

(2) melodi pengantar bagian tengah.

(3) melodi pengantar bagian penutup.

Ciri khas dari biola yang digunakan dalam mengiringi kesenian randai

Bahan

Umumnya permukaan atas biola dibuat dari kayu spruce, sejenis kayu cemara, yang dipahat sehingga memiliki bentuk yang simetris dan diberi dua lubang suara (atau lubang-F, diberi nama demikian karena bentuknya). Sedangkan bagian belakang dan samping biola dibuat dari kayu mapel, biasa dipilih yang memiliki alur yang sama. Bagian belakang biola umumnya dibuat dari kayu utuh yang dipahat secara simetris.

Leher biola biasanya terbuat dari kayu mapel yang setipe dengan bagian belakang dan samping badan biola. Begitu juga dengan jembatan biola, terbuat dari bahan yang sama. Pada leher biola terdapat papan jari yang dibuat dari kayu eboni atau kayu lain yang dicat hitam. Kayu eboni sering dipilih oleh pengrajin biola karena sifatnya yang keras, menawan, dan tahan lama.Busur biola terdiri dari sebatang kayu dan berhelai-helai rambut kuda yang dipasang dari satu ujung tongkat ke ujung yang lain. Rambut yang digunakan untuk busur biola ini biasanya diambil dari rambut ekor kuda putih jantan (rambutnya juga selalu bewarna putih keemasan), meskipun busur-busur yang lebih murah menggunakan serat sintetis. Jika busur biola rajin digosok dengan gala akan membuat ‘cengkeraman’ busur ke senar menjadi lebih stabil dan terkontrol (tidak gampang lepas), dan dapat membantu teknik getaran. Batang kayu yang digunakan biasanya dibuat dari kayu pernambuco untuk hasil yang terbaik atau dari kayu brasil yang lebih murah, dan busur yang murah biasanya menggunakan serat gelas. Inovasi terakhir telah memungkinkan serat karbon untuk digunakan sebagai materi pembuatan batang kayu busur biola.

Senar biola. Senar dibuat dari dawai halus, direntangkan, lalu dipelintir. Pada suatu ketika ditemukan dapat dikembangkan dengan cara dicampuri logam. Hingga kini, senar modern banyak menggunakan baja padat, baja untingan, atau berbagai bahan sintetis.

Fungsi dari biola ini adalah:

1. sebagai alat musik pengiring dalam keseniaan randai di kuantan singingi, sehingga dengan diiringi musikbiola menjadikan kesenian randai menjadi lebih menarik dan membawa emosi para penonton.
2. selain itu juga sebagai alat musik pengiring lagu yang berisi cerita dan nasehat.

Biola ini dimainkan oleh seseorang yang pandai dan mengerti akan alur cerita dari randai yang diceritakan.

Alat musik tradisional yang digunakan lainnya dalam kehidupan bermasyarakat kuantan singingi ialah talempong( calempong ).

TALEMPONG (CALEMPONG)

TALEMPONG adalah alat musik perkusi yang terbuat dari logam, perunggu, atau besi, berbentuk bundar, terdapat di daerah Kuantan dan Riau.Talempong ini berbentuk bundar pada bagian bawahnya berlobang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyi dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, Talempong juga digunakan untuk melantunkan musik menyambut tamu istimewa. Talempong ini memainkanya butuh kejelian dimulai dengan tangga pranada DO dan diakhiri dengan SI.

Talempong diiringi oleh akord yang cara memainkanya serupa dengan memainkan piano.


Fungsi talempong adalah :

1. mengiringi sebuah tarian sakral.
2. pada zaman dahulu dibunyikan ketika akan menyampaikan sebuah pesan pentingdari wali nagari oleh orang suruhannya kepada masyarakat.
3. dimainkan ketika me ngiringi pasangan pengantin menuju rumah mempelai wanita (bararak).
4. dimainkan dalam mengiringi tarian silat kampung.
5. mengiringi tari Batobo. Tari batobo adalah seni pertunjukan tradisional dari daerahKuantanSingingi. Tari Batobo berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat yang bekerja di sawah, atau sebagai ungkapan kegembiraan setelah masa panen tiba. Pola gerak, tata rias, tata busana, dan musik tari, serta pola lantai tari Batobo menggambarkan budaya masyarakat agraris, yang sederhana. Kesederhanaan tersebut menunjukkan bahwa tari Batobo adalah sebuah tari yang mempunyai pola tari yang bersifat kerakyatan

Semoga dengan adanya laporan mengenai randai ini semoga bermanfaat bagi kita semua.Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

HARI PAHLAWAN



Tepat pada 10 november.Kita semua dihadapkan oleh realita ,di satu sisi kita harus tetap mengenang jasa pahlawan dan di sisi lain yang menjadi tugas kita ialah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memajukan bangsa Indonesia.

Pada masa saat ini kita bukan lagi berjuang dengan senjata,pisau ,bedil pun tak lagi berguna .Namun yang kini yang kini menjadi tugas kita ialah berjuang meneruskan apa-apa yang telah tersirat dalam hati pahlwan untuk memajukan bangsa ini ,Bangsa Indonesia

Kamis, 05 November 2009

Penghargaan to Kuansing

PENGHARGAAN TERHADAP KUANSING

Selamat kita ucapkan kepada bupati Kuansing H. Sukarmis atas penghargaannya yang diberikan oleh menteri kehutanan. Semoga penghargaan ini memacu kab.Kuansing untuk lebih maju dan dapat menorehkan prestasi selanjutnya di segala bidang.
Diharapkan kepada masyarakat Kuansing supaya tetap menjaga dan melestarikan hutan yang masih tersisa serta memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.










“SELAMAT & SUKSES’’

SUMPAH PEMUDA

SUMPAH PEMUDA


Sumpah pemuda merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia.81tahun yang lalu, para pemudalah yang berdiri di depan untuk mengukuhkannya..tanggal 28 Oktober ketika kita memperingati Sumpah Pemuda..Sepantasnya kita pergunakan untuk mengukuhkan komitmen kita terutama para pemuda akan tanggung jawabnya memajukan negeri ini.
Sudah 81 tahun belaku dan Indonesia merdeka sudah kita dapatkan. Semangat sumpah pemuda harus di tempatkan dalam situasi yang berbeda.Sebab, kalau semangat masih tetap seperti awal didengungkan, bukan hanya untuk ketinggalan zaman, tetapi bisa jadi sudah tidak relavan.
Sejauh mana pendidikan bangsa ini bias menghasilkan pemuda-pemudi yang memiliki kultur yang kuat. Kultur yang mau bekerja keras, jujur pada diri sendiri, selalu ingin meraih kemajuan,bertindak kreatif, berpikiran terbuka dan tidak pernah mau kalah dengan bangsa lain.

Sabtu, 17 Oktober 2009

HUT KUANSING KE-10

Senin, 12 Oktober 2009 adalah hari dimana seluruh warga Kuansing memperingati HUT Kuansing yang ke-10. Sebagai putra daerah, yang dilahirkan, yang dibesarkan, dan menganyam pendidikan di Kuansing, saya merasa bangga atas HUT Kuansing ini.
Patutnya kita memang harus berbangga, karena dalam 10 tahun ini perkembangan Kuansing memang sangat pesat. Hal ini tidak lepas dari peran para pemimpin kita yang memegang amanat warga Kuansing dengan baik.
Banyak makna yang tersimpan didalam HUT Kuansing ini. Salah satunya yaitu makna keja keras, dimana warga Kuansing beserta para pemimpinnya bersama – sama membangun Kuansing dengan sangat kerja keras dan dengan sepenuh hati.
Mari, civitas SMA PINTAR khususnya dan warga Kuansing umumnya, kita bersama – sama membangun Negri ini dengan sepenuh hati, karena bila hanya otak yang bekerja dan tidak disertai dengan hati, semua akan sia – sia..............................

HALAL BIHALAL

Teluk kuantan, JUm'at, 9 oktober 2009 ,keluarga besar SMA Pintar mengadakan halal bi halal ,di mushalla babussalam ,dusun perhentian buaya, desa Jake . Dalam acara tersubut keluarga besar SMA Pintar mengundang seorang ustadz yang bernama Lasmiyardi Spdi dari munsalo kopah, beliau merupakan guru pesantren safa'aturrasul untuk menyampaikan ceramahnya kepada seluruh keluarga besar SMA. ceramah beliau tersebut berisikan tentang keuntungan datang ( memasuki) Rumah ALLAH (masjid/mushalla) ,intinya adalah , apabila kita memasuki tempat suci tersebut maka kita harus benar-benar suci, jadi para Malaikat akan memegang dosa kita diluar masjid .Ketika kita keluar dari mesjid maka malaikat melapor pada ALLAH,malaikat berkata "Ya ALLAH bagai mana dengan dosa orang-orang yang ku pegang sekarang,apa harus dikembalikan atau atau bagaimana " lalu ALLAH Berkata "jangan kembalikan dosa-dosa tersebut tetapi buanglah ke Neraka,................
Ada 3 perkara yang harus ada dalam jiwa kita:
-Iman:tidak akan bergerak sesuatu itu tanpa diizin kan ALLAH.
-Islam: Agama yang lurus.
-Ihsan:pagar yang kokoh {jujur}
Jadi kami siswa SMA Pintar mendapat berbagai pelajaran di acara Halal Bi Halal tersebut,Semoga bagi para pembaca juga bermanfaat..
"WASSALLAM"

MUSIBAH GEMPA DI PADANG

MUSIBAH GEMPA BUMI DI PADANG
Musibah yang terjadi di sumatera barat adalah gempa yg begitu dahsyat yaitu kira-kira mencapai 7,6 SR..Banyak saudara-saudara kita yang meninggal dunia,kehilangan rumah,dan beribu orang cedera karenanya..Proses evakuasi terhdap masyarakat yang terkena musibah gempa bumi di Sumatera Barat masih terus dilakukan oleh tim penyelamat dari berbagai badan dan instansi.Suasana duka masih terus menyelimuti ranah minang tersebut.

Saya sangat sedih pada saat mendengar kabar tentang adanya gempa.Mungkin dengan didatangkan musibah gempa di Sumbar tersebut dapat kita ambil hikmahnya.Kita dapat mengintropeksi diri,apakah kita mempunyai banyak dosa dan kesalahan kepada tuhan yang maha esa sebelum musibah tersebut terjadi.

Menurut berita yang saya dengar pemerintah Negara Amerika Serikat,Barrack Obama akan memberikan bantuan juga kepada masyarakat sumbar yang terkena musibah gempa bumi tersebut.Presiden Amerika Serikat tersebut akan memberi bantuan berupa uang,alat-alat berat,obat-obatan dan sebagainya.Mudah-mudahan dengan adanya musibah kali ini kita semua menjadi sadar dan semakin meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.Amiiin.

By :Andayanis
Class:X 2
GBS:Ronaldo Rozalino S.Sn

Rabu, 23 September 2009

KESENIAN TRADISIONAL MASYARAKAT KUANTAN SINGINGI PACU JALUR

A. Selayang Pandang

Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga sekarang masih ada dan berkembang di Propinsi Riau. Lomba dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar juga sering disebut jalur. Upacara adat khas daerah Kuansing ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 23—26 Agustus. Panjang perahu/jalur yang digunakan dalam lomba ini berkisar antara 25—40 meter dengan jumlah atlet 40—60 orang tiap perahu. Biasanya, festival ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan beribu-ribu atlet dayung, serta dikunjungi oleh ratusan ribu penonton baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Konon, kegiatan lomba dayung ini merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900-an. Perahu atau jalur, dahulu, sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi atau pun hasil hutan. Kebiasaan menggunakan perahu inilah yang mungkin merupakan cikal bakal kegiatan Pacu Jalur. Pada zaman penjajahan Belanda, Pacu Jalur juga dimanfaatkan oleh pemerintah Belanda untuk memeringati serta memeriahkan hari ulang tahun ratu mereka yang bernama Ratu Wilhelmina. Namun, semenjak Indonesia merdeka, Pacu Jalur berangsur-angsur dijadikan upacara khas untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada awalnya, kegiatan Pacu Jalur hanya diikuti oleh segelintir masyarakat di sekitar daerah Kuantan Singingi. Namun, dalam perkembangannya, kegiatan ini banyak mendapat perhatian dan simpati dari berbagai kawasan, terutama daerah-daerah kawasan Riau dan sekitarnya serta mancanegara. Oleh karena itu, saat ini festival Pacu Jalur tidak hanya milik masyarakat Kuantan Singingi saja, melainkan telah menjadi pesta rakyat milik masyarakat Riau dan kawasan sekitarnya. Festival yang bernuasa tradisional ini telah ditetapkan masuk ke dalam Kalender Pariwisata Nasional (Major Event).

B. Keistimewaan

Kegiatan Pacu Jalur merupakan pesta rakyat yang terbilang sangat meriah. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke acara ini dapat menyaksikan kemeriahan festival yang merupakan hasil karya masyarakat Kuantan Singingi ini. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Pacu Jalur merupakan puncak dari seluruh kegiatan, segala upaya, dan segala keringat yang mereka keluarkan untuk mencari penghidupan selama setahun. Pendeknya, Pacu Jalur selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Masyarakat Kuantan Singingi dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan acara yang ditunggu-tunggu ini. Karena meriahnya acara ini, konon beredar cerita, bahwa sepasang suami istri harus rela bercerai jika salah satu pasangannya dilarang mendatangi acara tersebut.
Selain sebagai event olahraga yang banyak menyedot perhatian masyarakat, festival Pacu Jalur juga mempunyai daya tarik magis tersendiri. Festival Pacu Jalur dalam wujudnya memang merupakan hasil budaya dan karya seni khas yang merupakan perpaduan antara unsur olahraga, seni, dan olah batin. Namun, masyarakat sekitar sangat percaya bahwa yang banyak menentukan kemenangan dalam perlombaan ini adalah olah batin dari pawang perahu atau dukun perahu. Keyakinan magis ini dapat dilihat dari keseluruhan acara ini, yakni dari persiapan pemilihan kayu, pembuatan perahu, penarikan perahu, hingga acara perlombaan dimulai, yang selalu diiringi oleh ritual-ritual magis. Pacu Jalur dengan demikian merupakan adu/unjuk kekuatan spiritual antar-dukun jalur. Selain perlombaan, dalam pesta rakyat ini juga terdapat rangkaian tontonan lainnya, di antaranya Pekan Raya, Pertunjukan Sanggar Tari, pementasan lagu daerah, Randai Kuantan Singingi, dan pementasan kesenian tradisional lainnya dari kabupaten/kota di Riau.
Para wisatawan yang berkunjung ke festival ini juga dapat mengunjungi obyek-obyek wisata lainnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi penyelenggaraan acara ini, seperti Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban di Desa Lubuk Ambacang, dan Desa Wisata Sentajo yang menyimpan warisan rumat adat tradisional zaman dahulu.

C. Lokasi

Pacu Jalur diselenggarakan di pinggir Sungai Kuantan (Teluk Kuantan) yang juga terkenal dengan nama Tepian Narosa di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau, Indonesia.

D. Akses

Lokasi Pacu Jalur yang berada di Tepian Narosa berjarak kira-kira 150 km dari Kota Pekanbaru ke arah selatan. Dengan menggunakan kendaraan pribadi roda empat, para wisatawan yang ingin menyaksikan event besar ini, cukup menempuh perjalanan sekitar tiga setengah jam dari Kota Pekanbaru. Alernatif lain untuk menuju lokasi acara pesta rakyat ini adalah menggunakan transportasi umum yang tersedia dari Kota Pekanbaru menuju Kota Kuantan Singingi. Namun, karena belum tersedia angkutan dalam kota di Kabupaten Kuantan Singingi, pengujung disarankan untuk menggunakan jasa ojek dan mobil pick up menuju lokasi pertunjukan.

E. Harga Tiket

Pengunjung yang menyaksikan festival ini tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Pemerintah kota setempat sedang merencanakan pembangunan fasilitas-fasilitas penunjang di sekitar lokasi Festival Pacu Jalur ini, seperti WC umum, masjid, tribune penonton, menara air bersih, trotoar, wisma, hotel, speed boat penolong, posko kesehatan, warung makan, toko suvenir, dan lain-lain.

ANDA YANIS
SMA PINTAR TELUK KUANTAN
KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

pengalaman selama liburan

Selama liburan pada bulan ramadhan saya hanya di rumah saja.mengemasi buku-buku yang sudah lama,belajar dan mengerjakan tugas yang di berikan guru selama libur.selain itu pada malam hari sebagaimana tugas yang di berikan ustadz saya pergi syafari kemesjid/mushallah.
pada waktu hari raya di desa saya mengadakan berbagai macam acara yaitu seperti pacu goni,pacu botol,tarek tambang,dan yang terakhir yaitu panjat pinang.pada saat acara panjat pinang ini sngat seru sekali,dimana para pemanjatnya udah hampir sampai keatas jatuh lagi kebawah karena batangnya sangat licin.semua penonton tertawa terpingkal-pingkal melihatnya.setelah pemanjat sampai keatas barang-barang yang di atas itu di lemparkan ke bawah,kemudian penonton yang di bawah berebutan untuk merebutnya,bahkan ada yang terjatuh dan terhimpit.dalam acara tersebut saya termasuk kedalam kepanitiaan.acara ini di ikuti oleh anak-anak,remaja dan orang dewasa.inilah pengalaman saya selama liburan dirumah.

mengapa malaysia mengklaim indonesia

Diklaimnya "kepemilikan" produk seni dan budaya tradisional Indonesia oleh Malaysia (Malingsia), bukan berita baru. Malah sepertinya sudah jadi penyakit buat tetangga Malaysia (Malingsia).

Hobby Klaim milik Indonesia oleh Malaysia (Malingsia) sudah menghasilkan berupa Batik motif Perang asli Yogyakarta dan Angkulung asli Jawa Barat diklaim Malaysia (Malingsia) sebagai batik dan alat kesenian asli negeri jiran itu. Padahal Malaysia (Malingsia) membeli batik-batik itu di Yogyakarta dan mengirim warganya untuk belajar dan membeli angklung langsung di Bandung. Kesenian Dayak juga diklaim Malaysia (Malingsia), walau hanya numpang sedikit wilayah Pulau Kalimantan. Selain kesenian Pulau Sipadan dan Ligitan juga berhasil diklaimnya.

Yang terbaru lagu daerah Maluku "Rasa Sayange" dibajak untuk dijadikan jingle resmi MTB (Malaysian Tourism Board) dan Reokponorogo dari Ponorogo Jawa Timur diakui oleh Malaysia (Malingsia) sebagai kesenian asli. Dan Persis seperti Angkulung mereka padahal warga malaysia (Malingsia) belajar menari dan memesan alat-alat kesenian reok tersebut langsung di Ponorogo, Jawa Timur Indonesia. Tapi yang dua terakhir ini gagal dicuri oleh bangsa Klepto itu.

Kalo ada kata-kata "Maling kalo mengaku penjara Penuh" itu sangat cocok untuk Malaysia (Malingsia). Walau sudah mengakui kalo lagu "Rasa Sayange" dan "Reok" adalah asli seni budaya bangsa Indonesia, mereka melalui menteri pelancongannya itu bilang " kami merasa berhak untuk ikut melestarikan seni budaya Indonesia karena kita adalah bangsa serumpun".

Sejenak saya tertegun dengan kata-kata menteri Malaysia (Malingsia) itu…..bangsa serumpun??? memang kita bangsa serumpun pak ci" tapi bukan berarti pak ci bisa seenaknya bilang seni budaya bangsa saya sebagai asli milikmu! Bangsa yang serumpun seharusnya bangsa yang saling menghargai….

pak ci’ tau disini banyak sekali orang china tapi kami tidak mengaku-ngaku bahwa Barongshai adalah asli kesenian Indonesia. Walau warga Indonesia asli pandai menari Barongshai dan bisa membuat sendiri peralatan keseniannya tapi kami tetap bilang bahwa Barongshai adalah kesenian asli China.

Kini rasa serumpun dengan Malaysia (Malingsia) rasanya sudah hilang. Kalo dibilang "Klepto" rasanya sudah tak pantas karena Malaysia (Malingsia) memang sudah berniat mencuri apapun milik bangsa Indonesia. Bangsa Pencuri adalah sebutan yang pantas untuk Malaysia (Malingsia).

Hari ini sebuah media memberitakan rapat kerja Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) di Jakarta, 10-11 Desember 2007. dan Terungkap bahwa kalangan akademis Malaysia (Malingsia) mengincar naskah-naskah Melayu klasik Nusantara hingga ke pelosok desa dibelahan timur Indonesia.

Perilaku diluar etika akademis itu sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Bahkan ratusan hasil penelitian budayawan Tenas Effendi di atas tradisi klasik yang dihimpunnya selama bertahun-tahun sebagian besar kini sudah "diangkut" ke universitas terkemuka di Kuala Lumpur. Oleh mereka dibuatkan situs sendiri. Ketika kita mau mengunakan harus bayar. Mereka memburu ke Riau Daratan dan Riau Kepulauan, mereka masuk kepedalaman Riau dan merekam secara diam-diam tradisi-tradisi tutur anak bangsa.Di Sumatera Barat para akademisi malaysia (Malingsia) itu membujuk masyarakat penyimpan naskah-naskah asli Minangkabau dengan imingan uang Rp.50 juta s/d Rp.60 juta. Dan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, beberapa puluh naskah Buton dikabarkan telah berhasil dicuri oleh akademisi Malaysia (Malingsia).

Saya punya teman yang sempat bekerja di Malaysia (Malingsia) sebagai tenaga ahli, dia bercerita betapa rendahnya warga Malaysia (Malingsia) memandang bangsa Indonesia. Citra pejabat Negara kita yang hobby Korupsi dengan penduduk Indonesia yang miskin dan datang kenegaranya sebagai pembantu menjadi stempel bangsa kita. Mungkin itu pula yang memicu Malaysia (Malingsia) untuk mencuri dengan mudah senibudaya kita dengan berbagai cara termasuk mengiming-imingi uang.

Malaysia (Malingsia) sangat terobsesi menjadikan negaranya sebagai pusat budaya melayu sedunia, walau dengan berbagai cara termasuk mencuri milik bangsa Indonesia. Hal ini karena Malaysia (Malingsia) sadar betul bahwa sektor pariwisata adalah penghasil devisa yang sangat besar sehingga mereka dengan cara apapun berburu senibudaya agar bangsa asing berkunjung kenegaranya agar pemasukan devisa berlimpah.

Tak hilang dari ingatan kita para pemimpin teroris yang melakukan pengeboman diberbagai daerah di Indonesia termasuk dipulau Bali adalah berasal dari Malaysia (Malingsia). Dan saat seluruh dunia mengeluarkan larangan penerbangan dan kunjuangan ke Indonesia. Malaysia (Malingsia) langsung mempromosikan pariwisata dinegaranya secara besar-besaran, Malaysia (Malingsia) mendapat keuntungan besar dari sektor pariwisata dengan beredarnya teroris asal Malaysia (Malingsia) di Indonesia. Saat ini bandar besar narkoba yang berhasil tertangkap berasal dari Malaysia (Malingsia). Dan terungkap bahwa mereka ingin membuat pabrik narkoba di Indonesia.

Terbersit dipikiran saya, warga Indonesia yang berada di Malaysia (Malingsia) selalu saja dibilang pembuat onar. Tapi apa segala bentuk kejahatan yang dilakukan oleh warga Malaysia (Malingsia) dengan biaya yang tidak sedikit itu didukung Pemerintah Malaysia (Malingsia)?….tapi sudahlah mungkin ini teguran untuk pemerintah kita agar tidak lemah dan keliatan bodoh di mata dunia. Harapan dengan kejadian-kejadian ini pemerintah Indonesia lebih tegas dan lebih membela warga negara Indonesia ketimbang menghadiri HUT Malaysia (Malingsia) disaat Malaysia (Malingsia) membajak lagu "Rasa Sayange". dan saya berharap Menteri Tenaga Kerja Indonesia lebih membela TKI kita yang selalu saja disiksa bukan malah mengembor-gemborkan bahwa TKI di Malaysia (Malingsia) baik-baik saja.

Dan seharusnya kita malu sebagai negara yang memiliki begitu banyak pulau, suku bangsa dan seni budaya tetapi tidak menjaga dan melestarikan senibudaya. Seharusnya Pemerintah menjadikan Pariwisata sebagai sektor utama pemasukan devisa. Jangan malah pemerintah kita sibuk mecari penanam modal asing untuk mengexsploitasi sumberdaya alam dan mineral secara habis-habisan untuk memenuhi pundi-pundi uang segelintir orang dinegeri ini. Tanpa memperdulikan kerusakan ekosistem diberbagai pulau kita.

Sudah saatnya Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan sektor Wisata dan mempatenkan seluruh bentuk seni dan budaya agar tidak dicuri negara lain. Memfungsikan militer untuk menjaga pulau dan perairan Indonesia agar pulau-pulau tak diakui tetangga lagi dan jangan membiarkan oknum-oknum tak bertanggung jawab menjual pasir ke negara tetangga sehingga kepulauan Riau jadi rusak. Menyediakan dana APBN lebih besar untuk sektor senibudaya dan pendidikkan serta sektor lainnya untuk kepentingan Bangsa dan Negara bukan untuk kantong-kantong pejabat yang suka mencuri uang rakyat.

Marilah lestarikan seni dan budaya Indonesia jagalah negeri Ini bersama, agar bangsa lain tidak bisa meraup keuntungan dari negeri tercinta kita Indonesia.

Senin, 31 Agustus 2009

Pacu Jalur

KESENIAN TRADISIONAL MASYARAKAT KUANTAN SINGINGI
PACU JALUR




A. Selayang Pandang

Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga sekarang masih ada dan berkembang di Propinsi Riau. Lomba dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar juga sering disebut jalur. Upacara adat khas daerah Kuansing ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 23—26 Agustus. Panjang perahu/jalur yang digunakan dalam lomba ini berkisar antara 25—40 meter dengan jumlah atlet 40—60 orang tiap perahu. Biasanya, festival ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan beribu-ribu atlet dayung, serta dikunjungi oleh ratusan ribu penonton baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Konon, kegiatan lomba dayung ini merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900-an. Perahu atau jalur, dahulu, sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi atau pun hasil hutan. Kebiasaan menggunakan perahu inilah yang mungkin merupakan cikal bakal kegiatan Pacu Jalur. Pada zaman penjajahan Belanda, Pacu Jalur juga dimanfaatkan oleh pemerintah Belanda untuk memeringati serta memeriahkan hari ulang tahun ratu mereka yang bernama Ratu Wilhelmina. Namun, semenjak Indonesia merdeka, Pacu Jalur berangsur-angsur dijadikan upacara khas untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada awalnya, kegiatan Pacu Jalur hanya diikuti oleh segelintir masyarakat di sekitar daerah Kuantan Singingi. Namun, dalam perkembangannya, kegiatan ini banyak mendapat perhatian dan simpati dari berbagai kawasan, terutama daerah-daerah kawasan Riau dan sekitarnya serta mancanegara. Oleh karena itu, saat ini festival Pacu Jalur tidak hanya milik masyarakat Kuantan Singingi saja, melainkan telah menjadi pesta rakyat milik masyarakat Riau dan kawasan sekitarnya. Festival yang bernuasa tradisional ini telah ditetapkan masuk ke dalam Kalender Pariwisata Nasional (Major Event).

B. Keistimewaan

Kegiatan Pacu Jalur merupakan pesta rakyat yang terbilang sangat meriah. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke acara ini dapat menyaksikan kemeriahan festival yang merupakan hasil karya masyarakat Kuantan Singingi ini. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Pacu Jalur merupakan puncak dari seluruh kegiatan, segala upaya, dan segala keringat yang mereka keluarkan untuk mencari penghidupan selama setahun. Pendeknya, Pacu Jalur selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Masyarakat Kuantan Singingi dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan acara yang ditunggu-tunggu ini. Karena meriahnya acara ini, konon beredar cerita, bahwa sepasang suami istri harus rela bercerai jika salah satu pasangannya dilarang mendatangi acara tersebut.
Selain sebagai event olahraga yang banyak menyedot perhatian masyarakat, festival Pacu Jalur juga mempunyai daya tarik magis tersendiri. Festival Pacu Jalur dalam wujudnya memang merupakan hasil budaya dan karya seni khas yang merupakan perpaduan antara unsur olahraga, seni, dan olah batin. Namun, masyarakat sekitar sangat percaya bahwa yang banyak menentukan kemenangan dalam perlombaan ini adalah olah batin dari pawang perahu atau dukun perahu. Keyakinan magis ini dapat dilihat dari keseluruhan acara ini, yakni dari persiapan pemilihan kayu, pembuatan perahu, penarikan perahu, hingga acara perlombaan dimulai, yang selalu diiringi oleh ritual-ritual magis. Pacu Jalur dengan demikian merupakan adu/unjuk kekuatan spiritual antar-dukun jalur. Selain perlombaan, dalam pesta rakyat ini juga terdapat rangkaian tontonan lainnya, di antaranya Pekan Raya, Pertunjukan Sanggar Tari, pementasan lagu daerah, Randai Kuantan Singingi, dan pementasan kesenian tradisional lainnya dari kabupaten/kota di Riau.
Para wisatawan yang berkunjung ke festival ini juga dapat mengunjungi obyek-obyek wisata lainnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi penyelenggaraan acara ini, seperti Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban di Desa Lubuk Ambacang, dan Desa Wisata Sentajo yang menyimpan warisan rumat adat tradisional zaman dahulu.

C. Lokasi

Pacu Jalur diselenggarakan di pinggir Sungai Kuantan (Teluk Kuantan) yang juga terkenal dengan nama Tepian Narosa di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau, Indonesia.

D. Akses

Lokasi Pacu Jalur yang berada di Tepian Narosa berjarak kira-kira 150 km dari Kota Pekanbaru ke arah selatan. Dengan menggunakan kendaraan pribadi roda empat, para wisatawan yang ingin menyaksikan event besar ini, cukup menempuh perjalanan sekitar tiga setengah jam dari Kota Pekanbaru. Alernatif lain untuk menuju lokasi acara pesta rakyat ini adalah menggunakan transportasi umum yang tersedia dari Kota Pekanbaru menuju Kota Kuantan Singingi. Namun, karena belum tersedia angkutan dalam kota di Kabupaten Kuantan Singingi, pengujung disarankan untuk menggunakan jasa ojek dan mobil pick up menuju lokasi pertunjukan.

E. Harga Tiket

Pengunjung yang menyaksikan festival ini tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Pemerintah kota setempat sedang merencanakan pembangunan fasilitas-fasilitas penunjang di sekitar lokasi Festival Pacu Jalur ini, seperti WC umum, masjid, tribune penonton, menara air bersih, trotoar, wisma, hotel, speed boat penolong, posko kesehatan, warung makan, toko suvenir, dan lain-lain.

ANDA YANIS
SMA PINTAR TELUK KUANTAN
KABUPATEN KUANTAN SINGINGI